Berwisata Ke Museum Angkut Di Kota Malang

Berwisata Ke Museum Angkut Di Kota Malang – Sebagai tujuan wisata Indonesia, Malang memang memiliki udara sejuk khas daerah pegunungan. Maka tak heran jika Kota Malang mampu menarik perhatian baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu tempat wisata Malang belakangan ini menjadi trendi di kalangan traveller adalah Museum Angkut yang sayang untuk dilewatkan begitu saja, karena terbilang masih baru.

Seperti yang kita tahu bahwa Museum Angkut termasuk tempat wisata yang menyuguhkan konsep unik. Karena itulah, keberadaanya diklaim menjadi lokasi wisata pertama di Asis Tenggara yang mengusung tema transportasi. Di kawasan inilah pengunjung dengan mudah menyaksikan berbagai koleksi model transportasi seperti tenaga binatang hingga tenaga listrik. Adapaun cara berwisata yang menyenangkan ke Museum Angkut sebagai berikut.

Mengunjungi  Museum Angkut Malang Jawa Timur

Lokasi dan Rute Menuju Museum Angkut

Lokasi wisata Museum Angkut masih di kawasan Kota Batu Malang, Jawa Timur. Tepatnya di Jalan Terusan Agung Atas No.2 Kota Wisata Batu, Malang. Untuk melakukan rute perjalanan anda bisa menggunakan alat transportasi umum dari Malang. Pertama anda menaiki rute Stasiun Malang – naik angkutan umum – turun di Terminal Landung Sari – naik bus Puspa jurusan Jombang – turun di Museum Angkut.

Zona di Musem Angkut

Museum Angkut Malang memiliki luas sekitar 3,7 hektar yang merupakan wisata rekreasi dengan dibagi beberapa zona. Selain itu, dilengkapi dengan beragam ornamen maupun landmark yang khas di setiap zona. Beberapa zona-zona yang ada di Museum Angkut yakni:

  • Zona Edukasi

Kawasan zona ini cocok untuk dikunjungi bersama anak-anak. Di sinilah, semua anak-anak bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah perkembangan transportasi dengan cara yang menyenangkan. Tak hanya anak-anak, para remaja rupannya bisa memasuki area Zona Edukasi guna menambah wawasan transportasi demi mendukung pembelajaran.

  • Zona Sunda Kelapa dan Batavia

Ragam kendaraan nusantara di masa lalu dapat disaksikan di zona ini. Terdapat replika Pelabuhan Sunda Kelapa lengkap dengan miniatur kapal yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Sejarah perkembangan Sunda Kelapa dan Batavia juga tak terlepas dari pemerintahan Hindia-Belanda, dengan adanya replika toko-toko dengan ejaan Belanda.